Novel

The Queen Must Die – Gadis Penjelajah Waktu

the-queen-must-die

Saat sedang mencari sebuah buku kumpulan cerpen di perpusda, aku menemukan dua seri novel yang berjejeran di rak buku. Jadi, aku pun menghentikan pencarian dan memutuskan untuk meminjam The Queen Must Die, seri satu dari Chronicle of the Tempus. Seri duanya akan kupinjam pada kesempatan berikutnya.

Judul novel karya K. A. S. Quinn ini terjemahan bahasa Indonesianya nggak nyambung, dari The Queen Must Die jadi Gadis Penjelajah Waktu. Aku tidak tahu apa alasannya walaupun memang ceritanya tentang seorang gadis yang berpindah ke masa lalu.

Katie Berger-Jones-Burg mendapat penglihatan orang-orang yang tak dikenal di jalanan kota New York. Dia ingin menceritakannya pada seseorang, tapi dia tak punya teman dekat dan orang yang dipercaya untuk diajak bicara. Ibunya seorang penyanyi pop terkenal yang gemar gonta-ganti pacar dan jarang di rumah, sedangkan ayahnya sudah menikah lagi. Katie lebih sering menghabiskan waktu dengan membaca di kolong tempat tidurnya.

Saat Katie sedang membaca buku yang berisi surat-surat Putri Alice, salah satu putri Ratu Victoria, ia ketiduran dan sesuatu yang aneh terjadi. Ia terbangun di kolong sebuah sofa di istana Buckingham. Putri Alice menemukannya di sana dan menyembunyikannya dari para penghuni istana. Katie telah berpindah ke masa lalu. Ia mengira itu hanya mimpi dan ia akan terbangun kembali di kolong tempat tidurnya. Tapi ternyata tidak.

Katie pun berteman dengan Putri Alice dan James, anak dokter kerajaan. Mereka bersama-sama mencari cara untuk mengembalikan Katie ke masanya. Dalam usaha sembunyi-sembunyi itu, mereka memergoki kelompok Gelombang Hitam yang memasuki wilayah istana dan merencanakan pembunuhan Ratu. Tak hanya itu, ada makhluk aneh dengan kekuatan gaib yang turut bekerja di baliknya. Salah satunya adalah Bernardo DuQuelle, sekretaris pribadi Pangeran Albert, yang menurut Katie dapat membantunya kembali ke masanya atau membunuhnya.

Selama di istana, Katie berbagi makanan dengan Putri Alice. Tidak seperti kisah tentang putri atau pangeran lainnya yang pernah kubaca, Putri Alice sepertinya tidak mendapat banyak makanan. Dia juga sering dihukum oleh pengasuh sekaligus guru pribadinya yang pilih kasih.

Ternyata Katie tidak datang ke masa lalu dengan sendirinya, tetapi “dipanggil”. Penjelasan tentang ini baru muncul agak jauh di tengah cerita, berikut makhluk gaib yang menyebabkannya. Dari sini masalahnya menjadi semakin kompleks. Kekuatan (sekelompok) makhluk yang sepertinya dari dimensi lain itu memanggil tiga anak yang mempunyai bakat melakukan perjalanan menembus waktu, salah satunya Katie.

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab di seri pertama ini, terutama tentang DuQuelle dan kaumnya, juga tentang anak-anak lain yang menjelajah waktu. Selain Katie, masih ada dua anak lain, tapi hanya disinggung sedikit tentang mereka di sini. Tidak banyak aksi mendebarkan yang melibatkan kaum DuQuelle, terutama karena Katie lebih sering bersembunyi dan hanya berinteraksi dengan Putri Alice dan James. Fokus utama mereka adalah menggagalkan rencana pembunuhan Ratu.

Seri pertama dari trilogi Chronicles of the Tempus ini selain menyajikan fantasi dan misteri juga memberikan informasi sejarah pada zaman Ratu Victoria. Keluarga kerajaan yang menjadi tokoh dalam cerita ini benar-benar ada, serta proyek Istana Kristal yang dikomandoi oleh Pangeran Albert. Selain itu, cerita tentang persahabatan yang terjadi antara Katie, Putri Alice, dan James juga menarik. Penerimaan Putri Alice terhadap Katie saat mereka pertama kali bertemu menurutku agak terlalu mulus, sedangkan James awalnya tidak memercayai Katie. Melalui kejadian yang terjadi di istana, mereka pun menjadi teman. Bagian yang paling aku suka adalah ketika Katie dan James mulai bertengkar, maka Putri Alice akan menengahi mereka dengan gaya bangsawannya yang tak bisa dibantah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s