Novel

Cinta/Pergi – Herjuno Tisnoaji

cinta-pergi_herjuno

Akhirnya saya baca novel ini juga, setelah tiga tahun penerbitannya. Baru sempet, baru inget, baru nemu, baru pengen baca? Yaah… yang penting akhirnya saya baca juga. Ini novel salah satu teman penulis di Kekom dan LCDP, salah seorang yang mendukung tulisan saya di grup kepenulisan itu melalui komentar-komentarnya.

Sebelum baca buku ini, saya sudah tahu ada permasalahan di balik penyuntingannya. Sejauh apa penyunting mengotak-atik naskah novel ini sebelum terbit, saya tidak tahu. Sudah cukup banyak ulasan tentang itu di Goodreads jika ingin membaca lebih detailnya. Saya cuma mikir, penyuntingnya kerja apa sih, karena banyak sekali typo bertebaran yang membuat kenyamanan membaca jadi terganggu.

Konsep ceritanya cukup sederhana. Tentang dua remaja, Reizo si berandalan dan Florina si gadis yang ceria. Reizo dengan permasalahan dalam keluarganya, Florina dengan alibinya mendekati Reizo. Pertemanan dengan Florina perlahan-lahan mengubah sudut pandang Reizo mengenai keluarga dan hidupnya.

Menarik sebenarnya, tapi cara penyampaian ceritanya kurang mendetail. Banyak hal yang tidak dideskripsikan dengan jelas, seperti suasana tempat, ekspresi, dan fisik tiap tokohnya. Jadi kesannya kurang dalam. Malah ada hal-hal tidak terlalu penting yang justru diulang-ulang.

Penulis menggunakan sudut pandang Reizo sebagai orang pertama, maka pikiran Reizo terpampang jelas bagi pembaca, namun buat saya kurang terasa gregetnya. Gaya bahasa yang digunakan memang tidak seperti novel-novel teenlit kebanyakan dengan bahasa gaul metropolitannya karena notabene penulis adalah warga Yogyakarta. Jadi, saya bisa menikmati membaca novel ini (terlepas dari hal teknis tadi). Walaupun begitu, ada beberapa penggunaan kata yang menurut saya kurang pas dan bisa diganti dengan kata lain yang lebih umum digunakan.

Saya kagum pada karakter Florina dengan sifatnya yang ceria, baik, dan pantang menyerah. Karakternya sesuai dengan warna sampul novel ini. Hanya saja, saya menyayangkan keputusan yang dia ambil di akhir cerita. Akhir cerita ini jadi twist yang sukses, tapi kenapa dia sekejam itu pada Reizo—mungkin juga kejam pada dirinya sendiri—setelah banyak hal yang mereka alami? Dan kalau dipikir-pikir lagi seharusnya bisa dibuat alternatif ending lain yang tidak terlalu maksa jadi twist, tapi tetap bisa jadi twist yang lebih “manis”.

Kesimpulannya, cerita Cinta/Pergi bisa jadi novel yang lebih baik. Jika dibandingkan dengan karya-karya lain Juno yang sudah saya baca, saya tahu potensi Juno jauh lebih besar dari ini dan tentunya saya menunggu novel-novel Juno berikutnya.

By the way, saya merasa aneh dengan pemilihan nama tokoh utama laki-laki, Reizo. Aneh saja.

 

Detail buku:

Cinta/Pergi oleh Herjuno Tisnoaji

Diterbitkan 2014 oleh Moka Media

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s