Novel

The Graveyard Book – Neil Gaiman

the-graveyard-book

Keluarga Bod—ayah, ibu, dan saudarinya—dibunuh saat Bod masih bayi. Bod yang merangkak dengan kaki dan tangan bayinya ke pemakaman di dekat rumahnya berhasil selamat. Terutama karena perlindungan dari para hantu di sana dan Silas yang menjauhkan si pembunuh.

Sejak saat itu Bod diangkat anak oleh Mr dan Mrs. Owens, pasangan hantu suami istri yang semasa hidupnya tak mempunyai anak, dan mendapatkan namanya, Nobody Owens. Sedangkan Silas, bukan hantu bukan juga manusia, menjadi walinya. Bod mendapat Kebebasan Pemakaman sehingga dia bebas berkeliaran di pemakaman seperti hantu. Tapi dia dilarang keluar karena penjahat yang mencarinya ada di luar sana. Dan karena para hantu tak mungkin bisa melindunginya di luar pemakaman, bahkan Silas pun tak bisa selalu melindunginya.

Banyak hal yang dialami Bod selama tinggal di pemakaman. Petualangannya selalu tak terduga. Dia mengenal setiap penghuni pemakaman, belajar banyak hal dari Silas, Miss Lupescu, dan guru-guru hantunya. Dia menjelajah ke setiap sudut pemakaman, ke tempat-tempat yang tak pernah didatangi manusia, bahkan hantu sekalipun. Bod tumbuh menjadi anak yang penurut, tapi ada kalanya dia secara tak sengaja terlibat dalam masalah. Lalu, semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula rasa ingin tahunya mengenai masa lalunya yang masih dirahasiakan darinya. Tumbuh besar di pemakaman membuat cara pandang Bod dalam menyikapi hal-hal yang terjadi di sekitarnya berbeda dengan anak-anak seusianya. Seakan dia menyerap kebijaksanaan beratus-ratus tahun.

Selain hantu-hantu, dia juga pernah berteman dengan seorang gadis kecil—bukan hantu—bernama Scarlett yang berkunjung ke pemakaman dengan orangtuanya. Sayangnya Scarlett kemudian pindah ke luar kota karena pekerjaan ayahnya. Namun, peran Scarlet ternyata tak hanya sampai di situ, seperti beberapa hal lain yang terjadi pada Bod yang saya ketahui perannya setelah diceritakan kemudian. Neil Gaiman dengan cerdas meramu semuanya.

Tokoh favorit saya adalah Liza, Elizabeth Hempstock. Kuburannya tidak bernisan karena dia mati ditenggelamkan dan dibakar karena dituduh penyihir. Sebagai hantu yang tubuhnya dimakamkan di tanah yang tidak disucikan, dia tidak terikat oleh peraturan pemakaman, jadi bebas keluar masuk sesukanya. Liza sangat blak-blakan dan walaupun terdengar ketus, dia sangat peduli pada Bod.

Adegan favorit saya adalah saat Bod dan Scarlett yang masih berusia lima tahun masuk ke makam kuno di dalam bukit. Tentu saja ada makhluk penjaga di sana. Tapi Bod dengan berani mengabaikan makhluk itu. Yah, apa yang perlu dia takuti jika semasa hidupnya tinggal bersama hantu-hantu? Bahkan Scarlett pun tidak terlalu takut, kepolosan anak kecil mungkin, dan karena dia percaya pada Bod.

Banyak hal misterius dalam cerita ini. Tentang tradisi tarian di Old Town yang cukup heboh, tapi mudah dilupakan. Juga hal yang dilakukan Silas dan Miss Lupescu di luar pemakaman yang hanya disinggung sedikit. Benar-benar nanggung menurut saya.

Buat saya cerita The Graveyard Book keren. Walaupun cerita ini kesannya suram, saya bisa ketawa-ketawa sendiri di bagian yang mungkin buat orang lain tidak lucu. Bukan karena lucu sebenarnya, tapi lebih karena unik.

 

Detail buku:

The Graveyard Book oleh Neil Gaiman

Diterbitkan 2013 oleh PT Gramedia Pustaka Utama

(diterbitkan pertama kali 2008)

ISBN: 9780979-229460-6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s