Novel

Di Mana Kirana? – Palris J. Ippal

di-mana-kirana

Saya dan adik saya sudah mau pulang dari perpus daerah, tapi ternyata hujan masih turun. Jadi, kami kembali ke lantai dua dan membaca di ruang fiksi anak. Waktu itu ada rombongan entah dari mana, jadi ruang fiksi anak ramai sekali. Tapi masih ada kursi kosong buat kami.

Saya mengambil dua novel lumayan tipis dari rak. Salah satunya berjudul Di Mana Kirana? karya Palris J. Ippal, satunya lagi Sekoci Penyelamat Antariksa karya Djokolelono. Novel pertama saya ambil karena tertarik setelah membaca ringkasan di sampul belakangnya. Untuk bacaan sambil menunggu hujan reda, novel ringan remaja ini rasanya lebih cocok.

Kim setiap malam bermimpi tentang Kirana, sepupunya. Dalam mimpi itu Kirana meminta tolong pada Kim untuk menguntai kembali kalung mutiara pemberian ayahnya yang rusak. Kim  merasa sangat terganggu dengan mimpi itu sehingga dia mengubah pola tidurnya.

Kim sudah lama tidak berjumpa dengan Kirana karena sepupunya yang cantik itu gemar sekali berpetualang. Kedua orangtua Kirana sudah berpisah. Ibunya seorang pengusaha di Singapura dan tidak terlalu peduli ke mana Kirana pergi, sedangkan ayahnya kembali ke Prancis.

Kirana terus membayangi mimpi Kim sampai-sampai kuliahnya terganggu, bahkan hubungannya dengan Kelang, pacarnya, juga terganggu. Hingga akhirnya ia mulai khawatir dengan keadaan Kirana karena baik ibu maupun ayah Kirana tak tahu di mana anak perempuan mereka satu-satunya itu berada. Bahkan, sudah beberapa tahun berlalu sejak kontak terakhir mereka dengan Kirana.

Apakah hilangnya Kirana ada hubungannya dengan Kelang dan kakaknya, Kemal? Karena kedua orang itu muncul di mimpi Kim, bahkan sebelum Kim mengenal Kemal. Maka, Kim pun diam-diam melacak ke vila keluarga Kelang, di mana sebelumnya dia menemukan kalung Kirana yang rusak.

Alur ceritanya cepat—terlalu cepat malah. Perpindahan scene di bagian awal cerita kurang mulus, tapi ke belakang sudah lumayan. Gaya bahasanya lugas. Ekspresi tiap tokohnya digambarkan dengan baik. Misterinya juga terasa. Ada nuansa Islami yang disertakan dalam novel ini dan membaur dengan baik. Sayangnya dialog yang digunakan adalah dialog remaja Jakarta, padahal lokasinya bukan di Jakarta, tapi di Padang (baru disebut menjelang akhir cerita). Walaupun ini cerita remaja, tidak harus kan mengadaptasi dialog elo gue asal Jakarta?

Sebenarnya sudah bisa ditebak bagaimana akhir ceritanya dan apa yang seharusnya dilakukan Kim dari awal. Tapi karakter Kim dibuat keras kepala sehingga tidak langsung melakukan pesan Kirana dalam mimpinya. Saya suka karakter Wiwi, anak SMP tetangga Kim yang lucu dan aneh. Dia memerhatikan hal-hal yang tidak diperhatikan orang dewasa. Saya kasihan sama Kirana, ada ya orangtua yang tidak peduli dengan keadaan anaknya sampai seperti itu.

Ada bonus cerpen di bagian belakang novel, tapi tidak saya baca karena hujan sudah reda dan kami harus segera pulang.

Saya cari-cari informasi tentang penulis, Palris J. Ippal. Kelahiran Jakarta, 9 Oktober 1976. Lama tinggal di Padang, kemudian bekerja di Jakarta. Ternyata karya-karya beliau sudah banyak yang dimuat di majalah dan beberapa kali memenangkan lomba cerpen. Kebanyakan cerita-cerita misteri. Novel Di Mana Kirana? merupakan buku pertamanya yang diterbitkan Penerbit Cinta.

Detail buku:

Di Mana Kirana? karya Palris J. Ippal

Diterbitkan 2005 oleh Penerbit Cinta, Bandung

ISBN: 979 3800 10 0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s