Novel

Pria Cilik Merdeka (Discworld #30) – Terry Pratchett

pria cilik merdeka

Saya penggemar berat Terry Pratchett dan karya-karyanya. Saya pertama kali mengenal karyanya yang difilmkan, berjudul The Colour of Magic. Waktu itu saya belum tahu Terry Pratchett, tapi filmnya berkesan sekali buat saya. Saya nggak bisa melupakan kotak bagasi yang bisa berjalan sendiri dengan banyak kaki dan dunia di atas punggung penyu. Lama kemudian baru saya menemukan novelnya di perpusda. Filmnya lucu, novelnya lebih lucu lagi walaupun menurut saya tata bahasanya amburadul. Dua seri Discworld terjemahan yang saya baca, The Colour of Magic dan The Light Fantastic , kurang nyaman dibaca. Apakah karena faktor penerjemahannya? Tapi tetap saya paksain baca karena saya suka ceritanya.

Lalu saya menemukan novel Pria Cilik Merdeka (The Wee Free Men) bersamaan dengan novel Maximum Ride seri keempat. Jadi, selain Maximum Ride, saya biasanya juga mencari novel-novel karya Terry Pratchett, entah yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris. Seperti yang sudah saya bilang di tulisan saya sebelumnya, waktu itu saya sedang berniat mencari novel lain. Tanpa terduga mata saya menangkap nama Terry Pratchett di punggung salah satu buku. Maka, dengan segera saya menarik buku itu dari tumpukan buku yang lain dan saya senang sekali karena koleksi karya Terry Pratchett saya bertambah.

Bukunya seperti buku terbitan lama, padahal baru terbit tahun 2007, belum lama banget lah. Mungkin efek tidak terbungkus plastik dan warna kertasnya lebih kuning dari kertas yang biasanya. Dan setelah dibaca, tata bahasanya normal, syukurlah. Seri novel Discworld ke-30 yang saya dapat ini beda penerbit dari dua seri lainnya yang saya punya.

***

Tiffany Aching tinggal di pertanian dan bekerja membuat keju untuk membantu keluarganya. Dia senang belajar pada guru-guru yang datang musiman ke desanya. Pengetahuan diganti dengan sebutir telur atau sebuah wortel. Suatu hari Tifanny melihat makhluk-makhluk yang seharusnya ada dalam cerita dongeng muncul di pertaniannya. Mungkin Tiffany berbakat menjadi penyihir karena bisa melihat makhluk-makhluk yang hanya ada dalam cerita dongeng dan mimpi buruk.

Tiba-tiba adik Tiffany, Wentworth menghilang. Dibantu oleh kaum Nac Mac Feegle, para pria cilik merdeka, Tiffany mencari adiknya. Berbekal panci penggorengan dan buku berharga peninggalan neneknya, buku Penyakit-penyakit Domba, dia masuk ke negeri dongeng dan harus berhadapan dengan Ratu. Di sana batas antara mimpi dan kenyataan setipis helaian rambut. Dia bisa bermimpi saat terjaga atau terjaga dalam mimpi.

Tiffany seorang gadis yang cerdas dan tegas dalam bertindak. Dia tidak takut menghadapi apapun demi adiknya. Setidaknya, rasa takutnya tidak membuatnya menyerah begitu saja. Dalam hal ini Tiffany meneladani almarhum neneknya yang seorang penggembala domba. Nenek Aching merupakan tipe nenek yang tak terlalu dekat dengan cucunya, tapi Tiffany kecil menyerap seluruh sepak terjang Nenek Aching yang sangat disegani di desa mereka. Tiffany percaya kalau neneknya seorang penyihir.

Novel ini tak hanya lucu dan menghibur, tapi membuat saya berpikir lebih dalam tentang mimpi dan kesadaran.

Detail buku:

Pria Cilik Merdeka – The Wee Free Men (Discworld #30 – Tiffany Aching #1) oleh Terry Pratchett

Diterbitkan 2007 oleh Penerbit Aria

ISBN: 9789791112147

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s