Novel

Le Masques – Indah Hanaco

Les Masques

Akhirnya nemu novel Indonesia yang nggak biasa. Bosan sama teenlit dan sejenisnya yang cinta-cintaan. Selain itu, gaya bahasanya juga nggak alay.

Fleur Radella, berdarah blasteran, cantik dan menarik tapi lebih memilih untuk tidak menonjol. Sejak kecil disia-sia oleh neneknya karena kelahirannya tidak diinginkan, tapi terutama karena ibunya meninggal setelah melahirkan Fleur. Punya sifat pemalu dan tertutup karena masa lalu kelam yang melahirkan tiga jiwa yang berbeda dalam dirinya.

Elektra Valerius, jiwa yang berani dan sering mengambil alih kesadaran Fleur untuk membuka jalan kesuksesan bagi Fleur, keputusan yang tidak akan berani diambil oleh Fleur sendiri. Beberapa tindakan Elektra kelewat batas, asal membuat Fleur bahagia.

Tatum Honora, gadis pemurung yang sering berpikiran negatif dan menjadi teman tukar pendapat Elektra. Tatum lebih suka menyendiri.

Adam Dewatra, hanya sekali muncul saat keadaan mendesak dan menunjukkan diri pada Elektra dan Tatum di akhir cerita untuk membantu Tatum.

Fleur mengawali karirnya di dunia model berkat Elektra yang nekat mendaftarkan Fleur dalam audisi gadis sampul sebuah majalah. Neneknya menolak keinginan gadis itu yang ingin menjadi model dan menuntutnya untuk menjadi dokter, seperti profesi sang nenek dan seperti cita-cita almarhum ibunya. Setelah kematian neneknya, barulah Fleur bisa mengembangkan dirinya dan lepas dari tekanan. Dia pun sukses, tak hanya di dunia model, tapi juga perfilman.

Dalam kehidupan Fleur ada Nana, asisten rumah tangga neneknya, yang merawat Fleur sejak kecil dan sangat menyayangi Fleur, serta selalu mengutamakan kebahagiaan Fleur. Setelah neneknya meninggal, selain Nana, Fleur didampingi oleh Utari, tantenya yang selalu mendukung kegiatan syuting Fleur sekaligus menjadi manajernya.

Beberapa kilas balik menjelaskan asal-usul kelahiran Fleur, kehidupan masa kecil Fleur yang menderita akibat perlakuan kejam neneknya, juga pelecehan yang dialaminya semasa kecil.

Bagian yang paling menarik adalah penjelasan Elektra mengenai kondisi Fleur dan rencana-rencananya untuk membuka jalan bagi Fleur. Ketika Elektra maupun jiwa lain dalam diri Fleur mengambil alih kesadarannya, Fleur tidak ingat selama rentang waktu itu. Dia hanya tahu bahwa dia mengalami sakit kepala dan ada hal-hal yang tidak ingat pernah dia lakukan sehingga dia hanya menganggap dirinya pelupa. Barulah saat Elektra mengacau, Fleur mulai menganggap serius kondisi lupanya itu, tapi saat itu orang-orang terdekatnya meninggalkannya sendirian.

Le Masques ceritanya agak suram, pembaca perlahan-lahan dibawa untuk mengetahui masa lalu yang dilupakan Fleur. Saya sempat istirahat baca beberapa hari karena lagi nggak pengen baca yang suram-suram. Kira-kira lebih mengerikan mana, mengingat kembali masa lalu yang memang lebih baik dilupakan atau mengetahui punya banyak kepribadian yang bisa mengambil alih kesadaran sewaktu-waktu dan melakukan hal tak terduga?

 

Detail Buku:

Le Masques oleh Indah Hanaco

Diterbitkan 2014 oleh PT. Grasindo

ISBN: 9786022514657

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s