Novel

Membunuh Cupid – Desi Puspitasari

Membunuh Cupid_01

18d8c8262ae0a606dda18d0ef15d28e8-1180325756.jpg

Membunuh Cupid merupakan novel pertama yang saya dapatkan dari giveaway di blog tetangga. Yay! Dikirimkan langsung dari penerbitnya dan ditandatangani oleh Desi Puspitasari, sang penulis. Ini novel kedua Desi Puspitasari yang saya baca, yang pertama adalah On A Journey. Keduanya saya baca saat sedang butuh cerita romance.

Ulasan singkat ini molor lumayan lama, sudah hampir setahun sejak saya baca novelnya. Sebenarnya sudah saya buat langsung setelah selesai baca, tapi rasa-rasanya masih ada yang kurang. Baru sekarang saya buka lagi dan beri penambahan sedikit saat ada teman yang mau pinjam.

Agno, seorang florist manager di hotel terkemuka, tidak percaya pada cinta, padahal pekerjaannya sering berhubungan dengan acara pernikahan. Menurutnya cinta itu akar segala masalah yang terjadi pada manusia, terutama wanita. Banyak kejadian buruk yang tercatat dalam sejarah berawal karena masalah cinta. Sebagai seorang wanita, dia percaya bisa hidup mandiri tanpa pasangan hidup dan tanpa cinta.

Sebenarnya apakah cinta yang menyebabkan masalah? Dari mana datangnya cinta? Dari malaikat cinta, Cupid? Kalau begitu Cupid yang salah, karena membuat orang-orang jadi saling jatuh cinta. Kalau Agno bisa bertemu Cupid dia berniat membunuh Cupid, supaya tidak ada lagi orang jatuh cinta. Maka, tidak akan ada lagi penderitaan.

Ketika Agno benar-benar bertemu dengan Cupid, dia menghantamnya sampai babak belur. Tapi ternyata tidak semudah itu membunuhnya, karena dia kan malaikat, jadi tidak bisa dilukai. Agno jengkel dengan kehadiran Cupid dan niatnya yang terang-terangan untuk mencarikan Agno jodoh. Sebenarnya hati Agno tertambat pada Chris, seorang duda vokalis band yang secara regular bermain di bar hotel tempat Agno bekerja. Chris sudah berulang kali mengungkapkan rasa sukanya pada Agno, tapi Agno tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menikah.

Cupid terus mengekor Agno, tentu untuk menunaikan tugasnya agar Agno mendapatkan jodoh. Sedangkan Agno masih terus berusaha menyingkirkan Cupid agar tidak membuat orang jadi saling jatuh cinta.

Di samping masalah dengan Cupid, tekanan juga datang dari keluarga Agno. Ibu Agno sangat menginginkan putri sulungnya segera menikah walaupun Agno sudah berulang kali menegaskan tidak akan pernah menikah. Antara gregetan dan kasihan pada ibu Agno. Kalau anaknya nggak mau menikah, ngapain sih maksa-maksa. Di sisi lain, orangtua tentu ingin melihat anaknya bahagia dalam pernikahan. Walau dalam hal Agno jelas berbeda.

Saya sudah senang saat Agno dan Chris semakin dekat, tapi ternyata perasaan Agno berkata lain. Ending-nya memang agak gimanaaa gitu. Saya kurang yakin kalau tugas Cupid selesai sampai di situ. Tujuannya memang tercapai dari segi teknis, tapi dari segi hati? Kalau dipikir-pikir memang nggak masuk akal. Jadi, nggak usah terlalu dipikir. Ahahaha.

Walaupun begitu, novel ini memberikan kesan cukup baik buat saya, terutama di bagian mendekati akhir, saat Agno mulai bisa jujur pada perasaannya sendiri. Saya mimpi indah setelah selesai baca novel ini. Hahaha.

Apa yang membuat karya Desi Puspitasari ini berbeda dengan novel romance kebanyakan? Unsur fantasinya tentu saja. Inilah yang membuat saya nggak ragu-ragu ikutan giveaway. Selain itu, gaya bahasanya asyik. Ringan, kocak, tapi juga ada unsur puitis yang lembut. Nama-nama bunga yang muncul memberikan detail manis dan cerdas tentang lingkup kerja Agno walaupun saya tidak banyak tahu tentang bunga. Lebih manis lagi saat memunculkan judul-judul lagu dari penyanyi lokal Yogyakarta, Frau. Saya sukaaa.

Detail buku:
Membunuh Cupid oleh Desi Puspitasari
Diterbitkan Februari 2017 oleh PT. Falcon, Jakarta
ISBN 9786026051448

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s