Novel

Aysel – Emre Mehmet

Aysel_Emre_Mehmet

Iskender Bark, seorang pengusaha muda yang akan mewarisi hotel milik ayahnya, dimintai bantuan oleh dua orang sahabatnya, Ziyadh dan Beelah. Mereka menitipkan Aysel, seorang gadis berusia 6 tahun, selama mereka pergi ke Paris. Aysel diadopsi oleh Ziyadh dan Beelah karena kedua orangtuanya telah meninggal.

Walaupun Iskender seorang yang kaku, tidak pandai bergaul dengan anak-anak, tapi dia mencurahkan kasihnya untuk Aysel dengan caranya sendiri. Dia tidak lagi merasa kesepian setelah Aysel tinggal dengannya dan mulai menjadi orang yang perasa. Aysel sendiri betah tinggal dengan Iskender.

Kehadiran Aysel ternyata membuat hubungan Iskender dengan Sevgi, kekasihnya, menjadi renggang. Sevgi cemburu karena Iskender tidak langsung memberitahu Sevgi dan waktunya lebih banyak untuk Aysel. Hingga Sevgi memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka walaupun dengan berat hati.

Saat Ziyadh dan Beelah menjemput Aysel, Iskender merasa berat berpisah dengan gadis kecil yang hanya dua minggu mengisi hari-harinya, tetapi sudah memberi kesan mendalam. Di saat yang sama Adem, sahabat mereka, telah mengganti foto Aysel dan Iskender dengan foto lain yang membuat Iskender mengingat kembali masa lalu yang telah dilupakannya akibat kecelakaan mobil. Sejak awal, Ziyadh, Beelah, dan Adem sudah merencanakan semuanya dengan menitipkan Aysel pada Iskender. Aysel bagaikan benang merah yang memicu ingatan Iskender.

Novel 152 halaman ini langsung selesai sekali baca. Ceritanya sederhana, agak mengharukan di bagian akhir. Pesan yang ingin disampaikan bagus walaupun terlalu banyak tell padahal sudah cukup show. Ada beberapa penjelasan tentang tokoh-tokoh Turki yang saya skip karena tidak berkaitan dengan cerita. Ada juga penjelasan tentang tempat-tempat wisata di Turki. Sedikit banyak memberi informasi tentang tempat yang dikunjungi Aysel bersama Iskender, tapi kesannya seperti potongan sejarah, kurang menyatu dengan cerita.

Yang membuat saya kurang nyaman membaca adalah penerjemahannya. Oke, ini novel Turki, dan saya ingin membaca cerita Turki, bukan belajar bahasa Turki. Banyak kata atau kalimat dalam bahasa Turki yang diberi arti bahasa Indonesia dalam tanda kurung dan seterusnya menggunakan bahasa Turki. Menurut saya kalimat itu seharusnya langsung diterjemahkan saja. Kalaupun ingin menyelipkan bahasa Turki, hanya beberapa kata sapaan dan panggilan saja cukup. Hal teknis seperti ini membuat saya tersendat mengikuti ceritanya dan di bagian akhir saya sudah tidak ingat lagi apa arti kalimat-kalimat itu -.-

Buku ini belum terdaftar di Goodreads. Jadi, saya beri nilai di sini saja, 1,5 dari 5.

 

Detail buku:

Aysel oleh Emre Mehmet

Diterbitkan 2015 oleh Euthenia, Jakarta

ISBN 9786023960062

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s