Novel

Badminton Freak – Stephanie Zen

Badminton Freak_Stephanie Zen

Saya sudah sangaaat lama tidak baca novel teenlit. Lebih tepatnya menghindari novel teenlit, terutama karya dalam negeri. Sebenarnya suka sih novel teenlit, zaman masih SMA dulu saya sering baca novel teenlit. Favorit saya yaitu Fairish dan Dealova. Sayangnya dua novel itu sudah raib entah ke mana, jadi masuk dalam kategori lost treasures di rak Goodreads saya. Sekarang kebanyakan novel teenlit tidak sesuai selera saya. Banyak yang lebay dan ceritanya nggak penting, kayak sia-sia aja bacanya.

Walaupun begitu, saya sesekali perlu juga baca novel teenlit. Kalau sudah begitu saya cari yang terjemahan, lebih bermakna. Bukan berarti karya penulis Indonesia tidak ada yang bagus ya. Hanya saja susah dapat novel teenlit Indonesia yang bagus dan tidak menyia-nyiakan waktu membacanya. Biasanya saya tidak mau ambil resiko baca sembarang novel teenlit. Saringan pertama ya dari judul, lalu blurb di sampul belakang. Kalau judul dan blurb mengarah ke cerita galau remaja antara dua pilihan cinta atau semacamnya gitu, ogah deh pinjem.

Hari Minggu (15 April 2018) kemarin saya ke Perpusda dan dapat novel teenlit yang bagus. Padahal  bukan niatan mau pinjam novel teenlit, tapi intinya saya lagi butuh selingan dari novel fantasi. Butuh bacaan yang berkesan lebih dalam dan lebih nyata. Sudah dapat sebenarnya, judulnya Esperanza Rising karya Pam Muñoz Ryan. Novel terjemahan yang dari blurbnya sepertinya bercerita tentang keluarga dan perjuangan hidup. Mau pinjam yang itu saja. Tapi Ibunda masih asyik baca novel sambil nunggu jam 12 salon langganan buka, jadi saya ambil satu novel lagi dari rak. Dan dapatlah Badminton Freak karya Stephanie Zen. Iseng-iseng baca, eh, ternyata seru juga.

Novel ini bercerita tentang Fraya Aloysa Iskandar yang jatuh cinta pada bulutangkis gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996 melalui siaran langsung. Fraya yang saat itu berusia enam tahun terpukau saat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di negeri orang karena kedua atlet bulutangkis Indonesia tersebut berhasil meraih medali emas. Sejak saat itulah Fraya bercita-cita untuk menjadi atlet bulutangkis yang bisa mengharumkan nama Indonesia.

Continue reading “Badminton Freak – Stephanie Zen”

Antologi Cerpen

Slompret Kematian: Kumpulan Cerpen bertema Kota Lama Semarang – GIVEAWAY

Slompret Kematian

Sebagai warga kota Semarang yang lahir dan besar di ibukota Jawa Tengah ini, saya tentu bangga Semarang memiliki potensi wisata berupa bangunan-bangunan bersejarah di Kawasan Kota Lama Semarang. Kawasan yang terkenal dengan bangunan peninggalan kolonial tersebut kembali dibangun dan ditata sehingga menjadi tujuan wisata yang lebih nyaman dan menarik.

Ketika tahu bahwa ada buku kumpulan cerpen bertema Kota Lama Semarang, saya pun tertarik untuk membacanya. Kumpulan cerpen berjudul “Slompret Kematian” ini merupakan hasil sayembara yang diadakan oleh Hysteria dan Forum Wartawan Kota Semarang pada tahun 2016 untuk merayakan HUT kota Semarang ke-469. Peluncuran buku ini diadakan pada Sabtu, 17 Maret 2018, bersamaan dengan pameran ilustrasi cerpen di Grobak Art Kos, Jl. Stonen 29, Bendanngisor, Semarang. Selain buku kumpulan cerpen, saya juga membawa pulang sebuah album band folk asal Canada yang mengisi acara pada malam pembukaan (baca juga: Duo Folk Mama’s Broke dalam Pembukaan Pameran Ilustrasi “Slompret Kematian”).

Continue reading “Slompret Kematian: Kumpulan Cerpen bertema Kota Lama Semarang – GIVEAWAY”