Novel

The Never Girls: Dari Kabut – Kiki Thorpe

The Never Girls_Dari Kabut

Akhir tahun 2017 saya melihat jajaran seri Disney Fairies: The Never Girls di rak salah satu toko buku di Semarang. Saya pun beli salah satu seri dan jatuh cinta saat membaca ceritanya. Maka, saya memutuskan untuk mengoleksi semua serinya! Dari Kabut merupakan buku kedua yang saya beli, tapi kalau dari urutan serinya, judul ini seri keempat. Cerita tiap buku berdiri sendiri, jadi tidak masalah bacanya lompat-lompat.

~~~

Kate, Mia, Lainey, dan Gabby, adik Mia, menemukan portal rahasia ke Pixie Hollow, dunia peri di pulau Never Land. Sebenarnya portal itulah yang menemukan mereka. Portal ajaib itu tidak selalu berada di tempat yang sama, tapi selalu berada di tempat di mana bisa ditemukan oleh keempat gadis itu. Waktu di dunia peri tidak sama di dunia manusia. Mereka bisa saja berada berjam-jam di Pixie Hollow, tapi di dunia manusia baru beberapa menit.

Kali ini ada keanehan saat mereka memasuki dunia peri yang portalnya berada di kamar Gabby. Seluruh Pixie Hollow tertutup kabut, padahal biasanya matahari selalu bersinar cerah. Ratu Clarion memerintahkan agar semua peri tinggal di Rumah Pohon dan tidak ada yang boleh terbang, kecuali para peri pengintai, agar tidak terjadi kecelakaan.

Continue reading “The Never Girls: Dari Kabut – Kiki Thorpe”

Antologi Cerpen

GIVEAWAY – Fantasy Fiesta 2010: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2010

Ini yang saya nanti-nantikan, saatnya GIVEAWAY! Yay! Kali ini saya punya SATU buku Fantasy Fiesta 2010. Yup, hanya satu. Kenapa saya pilih buku ini? Hm.. sebenarnya terlintas begitu saja setelah beberapa lama saya mempertimbangkan mau kasih buku apa untuk pengunjung Sebebas Imaji yang gemar membaca. Walaupun untuk mendapatkannya saya harus berburu dulu di lapak-lapak kecil karena sudah tidak ada lagi di toko buku besar.

Sebelumnya, saya akan jelaskan dulu, apa sih Fantasy Fiesta itu. Jadi Fantasy Fiesta merupakan ajang lomba menulis cerita fantasi yang pertama kali diadakan pada bulan Agustus 2009 di situs kepenulisan www.kemudian.com. Saat itu diikuti oleh 16 peserta. Lalu pada tahun 2010 diadakan lagi dan diikuti oleh 74 peserta. Wow!

Berdasarkan hasil lomba tersebut, 20 cerpen terbaiknya dibukukan ke dalam kumcer Fantasy Fiesta 2010 yang diterbitkan oleh Adhika Pustaka. 20 cerpen tersebut meliputi 15 cerpen terbaik dari lomba tahun 2010, 2 cerpen pemenang lomba tahun 2009, ditambah 3 cerpen dari juri (R. D. Villam, Klaudiani, dan Bonmedo Tambunan). Informasi lebih lengkap mengenai Fantasy Fiesta 2010 dan cerpen-cerpen para pesertanya—kecuali cerpen para pemenang yang sudah dihapus—bisa dibaca di kastilfantasi.wordpress.com.

Continue reading “GIVEAWAY – Fantasy Fiesta 2010: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2010”

Komik

When You Wish Upon A Star – Takanori Nakagawa

Akhir-akhir ini setiap kali datang ke perpusda, buku yang saya ambil adalah komik dan langsung baca di tempat. Biasanya cari komik romantis yang ceritanya bagus. Saya dan adik sepakat kalau cerita romantis dari komik lebih asyik dinikmati daripada novel. Kami berdua sama-sama tidak terlalu suka baca novel romantis.

Saya sering bingung kalau mau mengulas komik, yang ada malah menceritakan kembali. Yah, ini sebenarnya untuk saya baca sendiri sebagai pengingat walaupun rasanya tentu berbeda dengan baca komiknya langsung. Jadi, kalau tidak mau spoiler, jangan baca ulasan saya tentang komik.

Beberapa minggu lalu saya menemukan komik berjudul “When You Wish Upon A Star” karya Takanori Nakagawa. Dari sinopsis di bagian belakang sih ini komik fantasi romantis. Tapi gambarnya berbeda dengan komik kebanyakan. Menurut pandangan pertama saya, gambarnya enggak cantik, tapi punya ciri khas. Malah saya kira ini komik lama, ternyata terbit tahun 2013.

When You Wish Upon A Star menceritakan tentang Hikaru dan adik kembarnya, Kaguya. Tepat sebelum libur panas dimulai, mereka dipanggil kakek mereka untuk datang ke rumahnya. Kakak beradik itu dijemput oleh laki-laki bernama Tanaka-kun, seorang yang mengaku sebagai bintang yang menjadi manusia.

Continue reading “When You Wish Upon A Star – Takanori Nakagawa”

Novel

Membunuh Cupid – Desi Puspitasari

Membunuh Cupid_01

18d8c8262ae0a606dda18d0ef15d28e8-1180325756.jpg

Membunuh Cupid merupakan novel pertama yang saya dapatkan dari giveaway di blog tetangga. Yay! Dikirimkan langsung dari penerbitnya dan ditandatangani oleh Desi Puspitasari, sang penulis. Ini novel kedua Desi Puspitasari yang saya baca, yang pertama adalah On A Journey. Keduanya saya baca saat sedang butuh cerita romance.

Ulasan singkat ini molor lumayan lama, sudah hampir setahun sejak saya baca novelnya. Sebenarnya sudah saya buat langsung setelah selesai baca, tapi rasa-rasanya masih ada yang kurang. Baru sekarang saya buka lagi dan beri penambahan sedikit saat ada teman yang mau pinjam.

Agno, seorang florist manager di hotel terkemuka, tidak percaya pada cinta, padahal pekerjaannya sering berhubungan dengan acara pernikahan. Menurutnya cinta itu akar segala masalah yang terjadi pada manusia, terutama wanita. Banyak kejadian buruk yang tercatat dalam sejarah berawal karena masalah cinta. Sebagai seorang wanita, dia percaya bisa hidup mandiri tanpa pasangan hidup dan tanpa cinta.

Continue reading “Membunuh Cupid – Desi Puspitasari”

Novel

Bayangan Mengendap (Lockwood & Co. #4) – Jonathan Stroud

Setelah sukses dengan Bartimaeus Trilogy, Jonathan Stroud menerbitkan seri Lockwood & Co. yang bercerita tentang Inggris di masa epidemi hantu. Agensi-agensi berdiri untuk memerangi para Pengunjung yang tidak hanya mengganggu tapi juga membahayakan jiwa manusia. Lockwood & Co. merupakan agensi kecil yang dipimpin seorang remaja, Anthony Lockwood. Diceritakan dari sudut pandang Lucy Carlyle, agen muda berbakat yang bergabung dalam Lockwood & Co.

Buku pertama dan kedua sangat keren dan menegangkan. Sayangnya buku ketiga, Pemuda Berongga (The Hollow Boy), agak mengecewakan di alur cerita. Namun, Jonathan Stroud kembali memanjakan pembaca setianya di buku keempat Lockwood & Co., Bayangan Mengendap.

Continue reading “Bayangan Mengendap (Lockwood & Co. #4) – Jonathan Stroud”