Novel

Petualangan Tom Sawyer – Mark Twain

petualangan-tom-sawyer

Setelah baca Madicken dan Lisabet yang manis dan lucu—walau kadang bandel juga—lalu lanjut baca Tom Sawyer yang benar-benar bandel, saya jadi sebel sendiri sama si Tom. Bocah laki-laki yang diasuh oleh bibinya, Bibi Polly, ini bandelnya luar biasa. Dia selalu berusaha menghindar dari tugas dengan cara yang cerdik. Walaupun sudah sering dihukum, Tom tidak pernah jera. Jiwanya selalu menginginkan petualangan dan tak bisa diam untuk waktu yang lama.

Imajinasinya sangat tinggi, terutama karena terpengaruh dari buku-buku petualangan yang dibacanya. Lucu sekali mengikuti tingkah laku Tom dan teman-temannya yang menganggap serius hal-hal yang mereka baca dari buku dan mitos-mitos yang ada di sekitar mereka.

Kadang Tom berbuat usil sendiri, kadang bersama teman-temannya. Karena ulahnya, dia sering membuat hati bibinya sedih. Namun, di antara banyak keusilannya itu ada kebaikan dalam hati Tom. Dia menyayangi bibinya dan tidak tega membiarkan orang yang tidak bersalah menerima hukuman. Setelah mengalami beberapa kejadian luar biasa, Tom ingin berkelakuan lebih baik, yah, sedikit lebih baik.

Masalah yang dihadapi Tom beragam. Dari masalah yang biasa dihadapi anak-anak seusianya sampai masalah yang menyangkut nyawa. Dalam cerita ini petualangan Tom yang paling seru adalah bersama Huckleberry Finn. Tapi saya paling suka saat acara jalan-jalan Tom dan Becky dalam gua. Menyentuh dan menegangkan. Becky Thatcher pendatang baru di desa Tom dan rasa suka Tom pada gadis itu sering juga memengaruhi suasana hati Tom.

Tom punya sepupu, namanya Sid. Karakter Sid berkebalikan dengan Tom dan mereka tidak akur. Peran Sid tidak terlalu besar walaupun diceritakan Tom selalu membalas jika Sid mengadukan Tom atau membuat Tom tampak buruk jika dibandingkan dengan Sid. Dan karena mereka tidur sekamar, Sid sebenarnya lebih tahu sepak terjang Tom di malam hari walaupun hal ini tidak banyak diulas karena Sid sepertinya menyimpan itu semua untuk dirinya sendiri.

Ada bagian yang membosankan buat saya, yaitu saat ujian pembacaan karangan. Jadi saya cuma baca cepat dan lompati hal yang kurang penting karena tidak berkaitan dengan Tom.

Sayang sekali buku edisi ini lumayan banyak typo­nya. Entah itu kata ganda, kesalahan huruf, bahkan frasa. Selain itu, ini karya klasik yang asyik untuk dibaca.

 

 

Detail buku:

Petualangan Tom Sawyer karya Mark Twain

Diterbitkan 2010 oleh PT. Elex Media Komputindo

(Pertama kali diterbitkan 1876)

ISBN: 978 979 27 7299 9

Novel

Little Men – Louisa May Alcott

little-men_louisa-may-alcott

Little Men merupakan buku ketiga dari seri Little Women karya Louisa May Alcott. Kisah klasik ini bercerita tentang sekolah khusus anak-anak yang didirikan Bapak dan Ibu Bhaer di Plumfield. Kedua orang baik hati itu mengasuh anak-anak lelaki dan beberapa anak perempuan.

Ada beragam ulah anak-anak yang diceritakan di buku ini. Kita juga diajak untuk mengenal karakter tiap anak yang berbeda satu sama lain. Nat yang pemalu dan pandai bermain biola, Tommy yang pandai berbisnis dan mudah bergaul dengan siapa saja, Stuffy yang gemar makan, Demi yang cerdas dan suka berimajinasi, Daisy—kembaran Demi—yang baik hati dan lemah lembut, Nan yang tomboi dan selalu ingin dilibatkan dalam semua permainan anak lelaki, Dan yang besar di jalanan dan punya minat khusus pada alam, serta anak-anak lain yang meramaikan Plumfield.

Kesabaran dan kasih sayang dari Pak dan Bu Bhaer dalam mendidik dan menghadapi mereka sangat menginspirasi. Selain belajar di kelas, hari-hari di Plumfield diisi juga dengan kegiatan-kegiatan seperti berkebun, pesta kecil-kecilan, dan merawat hewan-hewan peliharaan. Beberapa bagian cerita membuat saya terharu. Tapi ada juga bagian yang menurut saya terlalu berlebihan, terutama jika menyangkut Bess, gadis kecil berambut pirang yang jadi kesayangan semua orang. Dia putri kecil yang membuat semua anak ingin selalu dekat dengannya dan menyenangkan hatinya.

Saya perlu waktu lumayan lama—sekitar dua minggu—untuk membaca Little Men. Di hari-hari awal saya bisa membaca beberapa bab sekaligus, tapi lama-kelamaan jadi jenuh. Mungkin karena hampir tiap babnya bisa dibilang berdiri sendiri walaupun secara keseluruhan saling berkesinambungan. Konfliknya pun sederhana saja karena bercerita tentang hari-hari di Plumfield. Jadi, saya lebih bisa menikmati ceritanya saat membaca satu bab setiap hari.

 

Detail Buku:

Little Men oleh Louisa May Alcott

diterbitkan 2011 oleh Penerbit Atria

(pertama kali diterbitkan 1871)