Novel

Journey to the River Sea – Eva Ibbotson

IMG_20181103_145754_297.jpg

Hey ho! This is my first time post in English because the book I read is in English. Besides that, this is also my first time write long paragraph. I hope I write the right grammar and my review about the book is enjoyable.

I found this book by Eva Ibbotson, Journey to the River Sea, in a pile of second hand import books. So, yes, I bought it cheap in a good condition. I’m so happy to have the book because this one hasn’t been translated in Indonesia yet. Journey to the River Sea is a children book about an adventure to the heart of Amazon.

My sister has other books from Eva Ibbotson in Indonesian edition. She loves children books too and Eva Ibbotson’s writing is lovely. I believe children book is not just for children, but for all of us who still have children soul inside.

~~

Maia is being an orphan after her parents died in one of their trip to other country. She can’t wait to reach her distant relatives who lived not far from Manaus, a city in Brazil. Miss Minton, a fierce looking governess, goes with her. Her British classmates warn her of man-eating alligators and wild, murderous Indians. But Maia is excited about the beautiful of Amazon she has read at the book and imagines her twin cousins will greet her and they’ll have good time together.

Continue reading “Journey to the River Sea – Eva Ibbotson”

Novel

Sherlock Holmes: Memburu Dokumen Rahasia Inggris

Sherlock Holmes_memburu dokumen rahasia inggris

Dalam buku ini terdapat 4 cerita yaitu Petualangan di Rumah Kosong, Dokumen Rahasia Bruce Partington, Lima Biji Jeruk Kering, dan Salam Terakhir.

Pada cerita pertama, Sherlock Holmes muncul kembali setelah kematiannya di air terjun bersama Profesor Moriarty pada Masalah Terakhir. Lucu sekali membaca betapa terkejutnya Watson melihat sahabatnya yang dikiranya sudah mati tiba-tiba berada dalam satu ruangan dengannya. Padahal yang sebelumnya dia lihat adalah seorang pria lusuh. Sherlock Holmes bersembunyi begitu lama karena sisa kelompok Profesor Moriarty masih memburunya. Dia muncul kembali setelah musuhnya di London tinggal satu orang dan dia hendak menjebak orang itu.

Continue reading “Sherlock Holmes: Memburu Dokumen Rahasia Inggris”

Novel

Perjanjian dengan Maut – Agatha Christie

perjanjian-dengan-maut-_appoinment-with-death

Sudah sangat lama saya tidak baca karya Agatha Christie. Secara acak saya ambil dari rak di toko buku dan mendapat Perjanjian dengan Maut. Ternyata saya pernah baca bagian awal buku ini lama berselang.

Rombongan keluarga Amerika sedang berlibur ke Jerusalem. Terdiri dari seorang ibu, Mrs. Boynton, dua anak laki-laki, Lennox dan Raymond Boynton, seorang menantu, Nadine—istri Lennox, serta dua orang anak perempuan, Carol dan Ginevra Boynton. Seorang calon dokter muda asal Inggris, Sarah King, dan seorang dokter Prancis yang terkenal, Dokter Gerard, menganalisis secara psikologis kondisi keluarga tersebut. Berdasarkan pengamatan profesional mereka, Mrs. Boynton merupakan tirani bagi keluarganya dan hal tersebut mengakibatkan tekanan mental terhadap anak-anaknya.

Continue reading “Perjanjian dengan Maut – Agatha Christie”

Novel

Bayangan Mengendap (Lockwood & Co. #4) – Jonathan Stroud

Setelah sukses dengan Bartimaeus Trilogy, Jonathan Stroud menerbitkan seri Lockwood & Co. yang bercerita tentang Inggris di masa epidemi hantu. Agensi-agensi berdiri untuk memerangi para Pengunjung yang tidak hanya mengganggu tapi juga membahayakan jiwa manusia. Lockwood & Co. merupakan agensi kecil yang dipimpin seorang remaja, Anthony Lockwood. Diceritakan dari sudut pandang Lucy Carlyle, agen muda berbakat yang bergabung dalam Lockwood & Co.

Buku pertama dan kedua sangat keren dan menegangkan. Sayangnya buku ketiga, Pemuda Berongga (The Hollow Boy), agak mengecewakan di alur cerita. Namun, Jonathan Stroud kembali memanjakan pembaca setianya di buku keempat Lockwood & Co., Bayangan Mengendap.

Continue reading “Bayangan Mengendap (Lockwood & Co. #4) – Jonathan Stroud”

Novel

Pria Cilik Merdeka (Discworld #30) – Terry Pratchett

pria cilik merdeka

Saya penggemar berat Terry Pratchett dan karya-karyanya. Saya pertama kali mengenal karyanya yang difilmkan, berjudul The Colour of Magic. Waktu itu saya belum tahu Terry Pratchett, tapi filmnya berkesan sekali buat saya. Saya nggak bisa melupakan kotak bagasi yang bisa berjalan sendiri dengan banyak kaki dan dunia di atas punggung penyu. Lama kemudian baru saya menemukan novelnya di perpusda. Filmnya lucu, novelnya lebih lucu lagi walaupun menurut saya tata bahasanya amburadul. Dua seri Discworld terjemahan yang saya baca, The Colour of Magic dan The Light Fantastic , kurang nyaman dibaca. Apakah karena faktor penerjemahannya? Tapi tetap saya paksain baca karena saya suka ceritanya.

Lalu saya menemukan novel Pria Cilik Merdeka (The Wee Free Men) bersamaan dengan novel Maximum Ride seri keempat. Jadi, selain Maximum Ride, saya biasanya juga mencari novel-novel karya Terry Pratchett, entah yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris. Seperti yang sudah saya bilang di tulisan saya sebelumnya, waktu itu saya sedang berniat mencari novel lain. Tanpa terduga mata saya menangkap nama Terry Pratchett di punggung salah satu buku. Maka, dengan segera saya menarik buku itu dari tumpukan buku yang lain dan saya senang sekali karena koleksi karya Terry Pratchett saya bertambah.

Bukunya seperti buku terbitan lama, padahal baru terbit tahun 2007, belum lama banget lah. Mungkin efek tidak terbungkus plastik dan warna kertasnya lebih kuning dari kertas yang biasanya. Dan setelah dibaca, tata bahasanya normal, syukurlah. Seri novel Discworld ke-30 yang saya dapat ini beda penerbit dari dua seri lainnya yang saya punya.

***

Tiffany Aching tinggal di pertanian dan bekerja membuat keju untuk membantu keluarganya. Dia senang belajar pada guru-guru yang datang musiman ke desanya. Pengetahuan diganti dengan sebutir telur atau sebuah wortel. Suatu hari Tifanny melihat makhluk-makhluk yang seharusnya ada dalam cerita dongeng muncul di pertaniannya. Mungkin Tiffany berbakat menjadi penyihir karena bisa melihat makhluk-makhluk yang hanya ada dalam cerita dongeng dan mimpi buruk.

Tiba-tiba adik Tiffany, Wentworth menghilang. Dibantu oleh kaum Nac Mac Feegle, para pria cilik merdeka, Tiffany mencari adiknya. Berbekal panci penggorengan dan buku berharga peninggalan neneknya, buku Penyakit-penyakit Domba, dia masuk ke negeri dongeng dan harus berhadapan dengan Ratu. Di sana batas antara mimpi dan kenyataan setipis helaian rambut. Dia bisa bermimpi saat terjaga atau terjaga dalam mimpi.

Tiffany seorang gadis yang cerdas dan tegas dalam bertindak. Dia tidak takut menghadapi apapun demi adiknya. Setidaknya, rasa takutnya tidak membuatnya menyerah begitu saja. Dalam hal ini Tiffany meneladani almarhum neneknya yang seorang penggembala domba. Nenek Aching merupakan tipe nenek yang tak terlalu dekat dengan cucunya, tapi Tiffany kecil menyerap seluruh sepak terjang Nenek Aching yang sangat disegani di desa mereka. Tiffany percaya kalau neneknya seorang penyihir.

Novel ini tak hanya lucu dan menghibur, tapi membuat saya berpikir lebih dalam tentang mimpi dan kesadaran.

Detail buku:

Pria Cilik Merdeka – The Wee Free Men (Discworld #30 – Tiffany Aching #1) oleh Terry Pratchett

Diterbitkan 2007 oleh Penerbit Aria

ISBN: 9789791112147